Zaman Kuno Seperti
juga di Negara-negara lainnya keperawatan di Indonesia diserahkan kepada
perempuan yang merawat keluarganya. Penyakit dianggap perbuatan setan yaitu
dukun, cara pengobatan dengan menggunakan daun-daunan
Masa sebelum kemerdekaan
1. Masa penjajahan belanda
Pada masa ini perawat berasal dari penduduk pribumi yang disebut VELPEGER dengan sebutan zieken oppaser sebagai penjaga rumah sakit. usaha pemerintahan Belanda dibidang kesehatan adalah :
Mendirikan rumah sakit I Binnen Hospital di Jakarta pada tahun 1799
Mendirikan rumah sakit II Butten Hospital
Membentuk dinas kesehatan tentara (military gezond herds dients)
Membentuk Dinas Kesehatan Rakyat (Burgerlijke gezandherds dienst)
2. Zaman Penjajahan Inggris
Gubernur jendral Rafles sangat memperhatikan rakyat semboyan :Kesehatan adalah milik manusia.
Usaha-usahanya dibidang kesehatan :
Pencacaran secara umum
Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa
Memperhatikan kesehatan pada para tawanan
3. Zaman Penjajahan Jepang
Menyebabkan perkembangan keperawatan mengalami kemunduran yang juga merupakan zaman kegelapan dunia keperawatan di Indonesia. Kemunduran-kemunduran ini terlihat pada
pekerjaan perawat dikerjakan oleh orang-orang yang tidak terdidik,
Pimpinan RS diambil alih oleh orang-orang jepang,
Obat-obatan sangat kurang
Wabah penyakit terjadi dimana-mana.
4. Zaman kemerdekaan
Keperawatan Indonesia Setelah Kemerdekaan
Sejarah perkembangan keperawatan Indonesia setelah
kemerdekaan adalah sebagai berikut:
Pembangunan dibidang kesehatan
dimulai tahun 1949.
- Sebelum tahun 1950: Indonesia belum mempunyai konsep
dasar tentang keperawatan.
- Tahun 1950: Indonesia mendirikan pendidikan perawat
yaitu Sekolah Penata Rawat (SPR).
- Pada tahun 1952, sekolah perawat mulai didirikan. Yaitu
sekolah guru perawat dan sekolah perawat setingkat SMP.
- Pendidikan keperawatan profesional mulai didirikan pada
tahun 1962 dengan didirikanya Akademi Keperawatan milik Departemen
Kesehatan di Jakarta untuk menghasilakan perawat profesional pemula.
Hampir bersamaan dengan ini didirikan pula Akper Depkes di Ujung Pandang,
Bandung dan Palembang.
- Tahun 1945 1955: Berdirinya beberapa organisasi
profesi, diantaranya yaitu Persatuan Djuru Rawat dan Bidan Indonesia
(PDBI), Serikat Buruh Kesehatan, Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia
(PDKI), Persatuan Pegawai Dalam Kesehatan.
- Tahun 1955 - 1974: Organisasi profesi keperawatan
mengalami perubahan yaitu Ikatan Perawat Indonesia, Ikatan Bidan
Indonesia, Ikatan Guru Perawat Indonesia, Korps Perawat Indonesia, Majelis
Permusyawaratan Perawat Indonesia Sementara (MAPPIS), dan Federasi Tenaga
Keperawatan.
- Tahun 1974: Rapat Kerja Nasional tentang Pendidikan
Tenaga Perawat Tingkat Dasar yaitu berdirinya Sekolah Perawat Kesehatan
(SPK) yang mengganti Sekolah Penata Rawat (SPR).
- Tahun 1974: Berdirinya Persatuan Perawat Nasional
Indonesia (PPNI).
- Tahun 1976: Pendidikan Keperawatan di Indonesia yang
semula menyatu dengan pelayanan di rumah sakit, telah mulai memisahkan
diri (terpisah) dari rumah sakit.
- Pada Januari 1983: Dilaksanakannya Lokakarya Nasional
Keperawatan I yang menghasilkan: a) Peranan Independen dan Interdependen
yang lebih terintegrasi dalam pelayanan
kesehatan; b) program gelar dalam pendidikan keperawatan; c) Pengakuan terhadap keperawatan sebagai suatu profesi yang mempunyai identitas profesional berotonomi, berkeahlian, mempunyai hak untuk mengawasi praktek keperawatan dan pendidikan keperawatan. - Tahun 1985: Berdiri Pendidikan Keperawatan Setingkat
Sarjana (S1 Keperawatan) yang pertama yaitu Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Indonesia yang menjadi momentum terbaik kebangkitan Profesi
Keperawatan di Indonesia.
- Jumlah Akper terus bertambah sampai berjumlah 227 buah
di bulan desember 1996.
- Tahun 1999: Berdiri Pendidikan Keperawatan Pasca
Sarjana (S2 Keperawatan).
- Tahun 2000: Keluarnya Lisensi Praktek Keperawatan berupa Peraturan Menteri Kesehatan.


0 komentar:
Posting Komentar